Friday, May 04, 2012

Day 9 - Baru

bau segar tempat baru menyegak rongga hidung hingga ke otak.
kaki kelaparan, perut pun kelelahan.

namun tak ada yang bisa merenggut bulan sabit dari bibirku.

Thursday, May 03, 2012

Day 8 - Lepas

sunyi.

mengapa kodok-kodok itu berhenti bernyanyi,
ketika tawa terlepas dari genggaman?

sunyi.

Wednesday, May 02, 2012

Day 7 - Komidi Putar

kambing-kambing itu mengembik tak karuan.
seperti tuannya yang kelaparan.
duduk, berdiri, duduk, berdiri,
akankah kau mencari?

surga itu ada di setiap nafasmu.
ketika jiwaku dan ragamu menyatu.
jika balon-balon itu dilepaskan ke sangkar perak
akankah matamu terbelalak?

sirine meraung dari ujung telinga.
bergelut dengan sakitnya dunia.
tangan seorang gadis terlepas dari engselnya.
akankah kau menikmatinya?

rentetan peluru terhenti tawa sang tuan.
meninggalkan satu dua tiga kekosongan.
komidi putar terus terputar.
akankah akal sehatmu tergetar?

Tuesday, May 01, 2012

Day 6 - Aku dan Kau

untuk apa awan itu ada,
jika yang kau inginkan hanyalah hamparan biru?

untuk apa pohon-pohon pinus itu ada, jika yang kau inginkan hanyalah bentangan rumput liar tinggi?

Milikku belum tentu milikmu.
Tergantung siapa yang meminta.

Monday, April 30, 2012

Day 5 - Cermin

"Siapa aku?" tanyaku pada cermin.

cermin terdiam membatu sementara otakku berputar seperti gasing usang.
lalu keran air tercekat rusak dan muntah air bercacing dari seluruh tubuhnya.

"Siapa aku?" ulangku.

cermin masih terduduk kaku.
air keran memberontak semakin menjadi-jadi.
laba-laba merobekkan sarangnya dan menggerakkan kedelapan kakinya dengan cepat.

"Siapa aku?!" teriakku.

cermin itu pecah.
menimbulkan erangan memekik yang menakutkan.
kepingannya saling berloncatan kegirangan, berlomba masuk ke tepian daging kakiku.

setelah semuanya menjadi hening kembali, aku mulai menyadari.
bahwa cermin itu lebih berharga dari semua pertanyaanku.

Sunday, April 29, 2012

Day 4 - Kau


Ketika kau munculkan wajahmu di balik tidur.
Jantungku serasa lepas dari engselnya.

Ketika kau letakkan kepalaku di bahumu.
Ku tarik jauh ujung-ujung bibirku berlawanan arah, membentuk bulan sabit.

Ketika ku buka mataku.
Aku sadar pipiku basah.

Saturday, April 28, 2012

Day 3 - Pergi


Pergi jauh.
Sampai kau lihat diriku menjadi titik hitam kecil di bentangan horizon luas.
Langit semakin biru.
Awan semakin malu.

Kolam ikan mas menyapu kakiku.
Menunduk.
Membungkuk.
Berlutut.
Lalu ku benamkan wajahku sepenuhnya.

Aku menangis sejadi-jadinya.

Friday, April 27, 2012

Day 2 - Dia


“Hai, kamu.” Sapa dia dengan ramah pada diriku.

Aku tersenyum, memperlihatkan gigi susuku yang kehitaman dengan tulus.

Lalu dia diculik angin.

Thursday, April 26, 2012

Day 1 - Untitled


Mengapa kau melamun, wahai bintang yang paling bersinar di langit?
Bukan kau yang kosong.

Mengapa kau berteriak, wahai bintang yang paling bersinar di langit?
Bukan kau yang marah.

Mengapa kau menangis, wahai bintang yang paling bersinar di langit?
Bukan kau yang kesakitan.

Sarang burung itu terjatuh begitu saja.
Tanpa sebab.
Terburai bagai bulu bantal yang berhamburan mendengar bel istirahat sekolah.
Lalu meringkuk ke dalam sepi.

Diam-diam, sang angin tertawa puas dari balik awan kumulus.
Melirik bebek jelek itu dari kepala sampai kaki.

Friday, June 04, 2010

Identitas

Apalah artinya identitas bagi sebagian orang.

Inilah diriku.
Inilah diriku.
Inilah diriku!

Sebagian orang membuat dirinya eksibisionis dengan seribu topeng.
Sebagian lainnya lebih senang telanjang. Bebas, katanya.

Yang inilah diriku.
Yang inilah diriku.
Yang inilah diriku!

Apakah benar ini diriku,
ataukah hanya setitik manusia yang senang bercermin pada orang lain?
Apakah benar itu dirimu,
ataukah hanya segores luka di samping telinga?
Yang tak terlihat langsung oleh mata.
Membingungkan.

Aku adalah aku.
Dan kamu adalah dirimu.
Seutuhnya.

Mari jangan saling memaksa.

Friday, June 12, 2009

kadang aku berpikir

kadang aku berpikir ingin jadi anak orang kaya.
mau ini tinggal pilih.
beli itu gak usah liat harga.
jari telunjuk jadi kuncinya.

sekarang aku bersyukur.
karena bukan telunjuk yang menjadi raja.
keringat dan darahku lah yang iya.

Tuhan memang adil.
aku belajar kata berusaha.

Monday, February 23, 2009

untitled

Akankah kalian menganggapku seorang pengecut apabila aku tidak berani keluar rumah karena diluar hujan?
Aku tak peduli.
Itu hak kalian.

Aku tak punya payung.
Aku tak punya pakaian.
Bahkan aku tak punya rumah.

Sehingga aku ternyata berada di luar hari ini beralaskan tanah dan beratapkan gumpalan awan hitam.
wajahku diterka seribu titik hujan.

Saturday, January 03, 2009

quadrantid

tadi malam.
ketika aku menunggu Quadrantid bercahaya sekali dua kali setiap menitnya.
dia tidak kunjung datang.

leherku pegal.
kuangkat kepalaku sembilan puluh derajat ke arah atas.
yang terlihat hanya Alpha Centauri dan Pari, tersenyum manis ke wajahku.

mulutku kian lebar.
ketika bintangku mengecup mesra di keningku.
sehingga aku bisa tidur nyenyak.

Sunday, December 28, 2008

sepiring nasi goreng

waktu menunjukkan pukul 2 dini hari. perutku lapar tidak karuan.
kupotong-potong saja bawang merah dan putih. kunyalakan api pada kompor. lalu kugoreng nasi itu diatas katel panas berminyak.

aku pun tersadar ketika suapan pertama menyentuh ujung bibirku.
jika aku ingin sesuatu, maka lakukanlah. kejar dengan sepenuh hati.

aku lemah. karena selama ini aku hanya merengek.

menunggu seseorang memasakkan nasi goreng ketika aku lapar.

Monday, December 08, 2008

aku dan pasanganku

hari ini bukan hari valentine.
entah mengapa aku sedikit sensitif bila melihat sepasang kekasih berjalan sambil memegang tangan pasangannya.
terasa manis, memang.
namun lidahku sedang tidak beres.
setiap gula yang kujilat terasa seperti obat puyer yang pahit.

bukankah Tuhan menciptakan makhluk-Nya sepasang-sepasang,
ataukah hanya beberapa orang beruntung saja yang mendapatkannya?

aku bertanya pada diriku,
apakah aku termasuk orang yang beruntung,
ataukah hanya orang-orang yang menyembah pada-Nya lah yang diprioritaskan?
memang butuh pemikiran lebih bila masalah cinta dikait-kaitkan dengan agama.
kadang ada yang sejalan, kadang ada yang bertentangan.
seperti kutub U dan S pada magnet.

aku berpikir keras,
apakah aku memang selalu dinomorduakan oleh Tuhan,
atau memang begitulah kehendak Tuhan?

ketika dia menciptakan bumi beserta isinya,
memindahkan Adam dan Hawa dari surga,
Ia telah bersabda,"Wahai seluruh ciptaanku, Aku jadikan setiap dirimu berpasangan."

lalu aku menyadari bahwa diriku selama ini telah salah,
karena berpikir bahwa aku tidak akan mendapatkan kutub magnet pasanganku.
kemudian realita menamparku, bahwa pasanganku telah mati dikarenakan kesendiriannya.
dan aku pun akan mengalami hal yang sama.

karena makhluk hidup itu memang diciptakan untuk berpasangan.

Monday, November 24, 2008

sore itu

hari ini, ketika aku terbaring di tempat tidurku.
sinar matahari memaksa masuk celah-celah seng di jendela kamarku.
entah mengapa aku merasa kesepian.

kugenggam cermin kecil di tangan kananku.
lalu kutatap diriku sendiri di dalamnya.
cahaya itu mengenai kornea mataku. membuat silau diriku dalam cermin.
kulihat bercak berwarna hitam didalam bola mataku yang berwarna kecoklatan.
becak-bercak itu pun terasa asing dan sendiri, seperti pemilik mata itu.

akhirnya kupejamkan mataku. terlalu lama aku menatap cahaya yang jatuh itu.
yang kulihat hanyalah bekas sinar berwarna keunguan di balik kelopak mataku, namun lama kelamaan pun sirna.

lalu kubuka lagi kedua mataku.
sang mentari telah pergi. cahayanya telah jatuh, jauh diatas kepalaku.
diriku yang masih terbaring di kasurku ini pun harus menyesal.

karena satu-satunya harapan untuknya telah pergi.

Thursday, November 20, 2008

aku dan perasaanku

kadang, sebelum mataku bisa terpejam, aku selalu memikirkan banyak hal.
tentang hari-hariku.
tentang hidupku.
tentang masa depanku.

setiap aku membayangkan hal yang terakhir tadi, aku selalu ketakutan.
kadang aku selalu merasa aku tidak akan bisa menjalankan hidupku esok hari.
akankah esok datang?
akankah mimpiku terwujud?
apakah aku bisa menjalani keseharianku esok?

selalu banyak cobaan yang terpampang di wajahku.
bahkan beberapa diantaranya selalu mengekoriku.
banyak hal yang sudah aku lakukan untuk diriku dan hidupku.
banyak yang bahkan kalian tidak tahu.

aku takut.
akankah matahari bersinar esok hari?

Saturday, November 15, 2008

untitled

Dear God,

I just wanna pray..


Please, give me someone that i always need.


Amen.

Monday, October 27, 2008

Hujan

Aku berjalan malam itu.
Ketika menengadah keatas, tak ada satu bintang pun yang tersenyum.
Tas di punggungku semakin berat.
Payung di tangan kananku kugenggam erat-erat.
Tak mau lagi aku kehujanan.
Hujan lebat, seperti kemarin malam.

Aku terus berjalan.
Dan ketika tetesan hujan pertama mendarat di pipiku, aku malah terdiam.
Kubuang payung yang selama ini aku pegang erat.

Lalu kunikmati dengan tangan merentang.
Mata tertutup dan wajah menghadap Sang Kuasa...

..Kutantang hujan malam itu.

Saturday, October 18, 2008

kesan pertama, sungguh tidak menjanjikan.

seperti postingan-postingan aku sebelumnya, aku masih mempertanyakan tampilan fisik seseorang, karena mempengaruhi seseorang secara keseluruhan.
manusia dilahirkan dengan ketidaksempurnaanya. masing-masing individu memiliki cara pandang terhadap apa yang ingin mereka 'tampilkan' didepan publik. hal ini biasanya tercermin ketika kita bertemu dengan orang baru.
ketika orang itu menyapa kita, hai, halo atau apapun, selama sepersekian detik itulah seluruh indra kita mencoba menangkap dan menggambarkan karaterisktik orang tersebut. dan selama beberapa menit setelahnya, kita akan mulai mengenal 'kulit luar'nya.

jangan mudah tertipu, kesan pertama memang selalu menggoda. kebanyakan dari kita menempatkan kesan menawan, ramah dan pintar ketika memperkenalkan diri. dan tidak sedikit pula sifat mereka sebenarnya 180 derajat kebalikannya.

meng-quote seorang dosen nirmana 2 dimensi, "bahwa sebuah karya yang baik adalah karya yang pada awalnya terlihat biasa saja, namun semakin lama dilihat, semakin menarik. dan yang lebih baik lagi adalah karya yang kesan pertamanya baik, semakin dilihat semakin menarik.
Tentu saja, kriteria karya nirmana yang 'kurang' adalah karya yang ketika kita lihat pertama kali menarik, lama-lama dilihat semakin membosankan."

sama halnya dengan kesan pertama seseorang dan bagaimana kita menilai orang tersebut. pernahkan kalian bertemu dengan seseorang yang pada awalnya terlihat menawan dan ramah, namun ketika kita mengenal dia lebih jauh.. eng ing eng!!... ternyata brengsek dan sarkastik.

apa salahnya sih menjadi diri sendiri?

menjadi orang yang lebih baik itu boleh saja. tapi bila mencoba menjadi orang lain? itu lain masalah.
saya sendiri bila berkenalan dengan orang baru gak malu untuk bersikap.
pemalu tapi cablak, bodoh dan sarkastik. mungkin itu yang tertera di benak orang-orang ketika mengenal saya.
i am what i am and i do what i do.

sudah saatnya kita memajukan budaya "tidak malu menjadi diri sendiri"!